Kesempatan untuk belajar tidak selalu hadir di dalam ruang kelas. Hal tersebut dirasakan oleh Husna Felisa Cahyani, mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, yang mengikuti Taiwan Experience Education Program (TEEP) selama dua bulan.
Melalui program ini, Felisa mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam lingkungan riset di Taiwan di bawah bimbingan Professor Hung Hsu Tsai. Program tersebut menjadi ruang bagi Felisa untuk memperdalam pengetahuan di bidang Artificial Intelligence (AI), khususnya pada topik Unsupervised Domain Adaptation, Multimodal Recognition Models, dan One-Class Models.
🔬 Dari Membaca Literatur hingga Melakukan Riset
Berbeda dengan kegiatan magang yang berfokus pada pekerjaan operasional, aktivitas Felisa dalam program TEEP lebih diarahkan pada eksplorasi dan pengembangan riset. Prosesnya dimulai dengan mempelajari berbagai literatur dan penelitian terbaru. Dari hasil eksplorasi tersebut, Felisa kemudian mengidentifikasi jurnal dan topik yang relevan untuk diajukan kepada profesor, dilanjutkan dengan presentasi untuk mendiskusikan temuan dan peluang penelitian.
Tahap berikutnya adalah merancang dan melaksanakan penelitian dengan menerapkan pemodelan yang sesuai. Proses tersebut memberikan pengalaman langsung dalam memahami bagaimana sebuah ide dikembangkan menjadi penelitian yang dapat diuji dan dievaluasi. Pengalaman riset internasional seperti ini juga sejalan dengan berbagai program penelitian di Taiwan yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa internasional untuk belajar dan bekerja bersama peneliti maupun profesor dalam lingkungan akademik.
🌏 Belajar Melampaui Batas Kampus
Bagi Felisa, mengikuti TEEP bukan hanya tentang memperdalam kemampuan teknis. Berada dalam lingkungan akademik internasional juga memberikan kesempatan untuk mengembangkan critical thinking, kemampuan komunikasi, kemandirian, dan kemampuan beradaptasi. Pengalaman ini menjadi salah satu bentuk penerapan kompetensi TRPL dalam konteks yang lebih luas, sekaligus memperlihatkan bahwa kemampuan di bidang teknologi dapat dikembangkan melalui pengalaman akademik lintas negara.
🌱 Selaras dengan Sustainable Development Goals
Kegiatan Felisa dalam program TEEP turut mencerminkan kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui penguatan akses terhadap pengalaman belajar dan riset internasional. Pengembangan pengetahuan dan penerapan teknologi AI juga berkaitan dengan SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, yang mendorong inovasi serta pengembangan teknologi. Di sisi lain, pengalaman akademik lintas negara turut memperkuat semangat SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antarnegara.