Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino yang diprediksi melanda tahun ini menuntut solusi mitigasi infrastruktur yang tak hanya tangguh, tetapi juga cerdas. Menjawab tantangan krisis iklim tersebut, tim kolaborasi mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam tim SPINWHEEL sukses menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet Juara 3 dalam ajang International Dam Innovation Contest (IDIC) – Civil Engineering Innovation Contest (CEIC).
Kompetisi berskala internasional yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Sipil Universitas Diponegoro (Undip), Semarang ini menantang para inovator muda untuk merumuskan ide inovasi bendungan guna menyelesaikan permasalahan krisis air akibat El Nino.
Sinergi Sipil dan Perangkat Lunak: Hadirkan ‘Digital Twin’
Kekuatan utama dari inovasi tim SPINWHEEL terletak pada perpaduan keilmuan antara rekayasa infrastruktur sipil dan teknologi perangkat lunak. Nawwaf Zayyan Musyafa, mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL) angkatan 2024, mengambil peran krusial sebagai pengembang di sektor Teknologi Informasi (IT).
Nawwaf merancang dan mengembangkan sebuah purwarupa (prototype) cerdas yang mengintegrasikan hedging rules dengan sistem deteksi kekeringan dini pada waduk berbasis Digital Twin.
Teknologi Digital Twin memungkinkan pembuatan replika virtual dari bendungan fisik yang mampu menerima data secara real-time. Melalui purwarupa ini, pengelola bendungan dapat melakukan simulasi operasional, memantau debit air, dan mengaktifkan sistem peringatan dini kekeringan dengan tingkat presisi tinggi. Strategi hedging rules yang ditanamkan dalam sistem juga membantu optimasi distribusi air cadangan agar tidak terkuras habis saat masa kritis El Nino tiba.
Kolaborasi Lintas Disiplin
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa solusi masa depan membutuhkan sinergi lintas program studi. Tim SPINWHEEL merupakan wujud nyata kolaborasi solid antara talenta digital dan talenta infrastruktur infrastruktur sumber daya air (TSDA) SV UGM, yang terdiri dari:
-
Nawwaf Zayyan Musyafa (Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak 2024)
-
Rafa Wahyu Paspasha (Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil / TSDA 2024)
-
Muhamad Akmal Bachtiar (Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil / TSDA 2024)
Pencapaian luar biasa di Undip ini tidak hanya mengharumkan nama almamater, tetapi juga menegaskan kontribusi pendidikan vokasi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Terobosan sistem waduk pintar ini secara langsung mendukung SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), serta SDG 13 (Climate Action) melalui adaptasi teknologi dalam menghadapi perubahan iklim.
