Inovasi teknologi berdampak sosial kembali lahir dari tangan mahasiswa muda Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM). Tim lintas disiplin yang tergabung dalam Team 10-10 berhasil melangkah sebagai finalis pada ajang internasional China International College Students’ Innovation Competition (SEA-CICSIC) 2026 Region Indonesia. Babak final kompetisi ini digelar di Hotel Ra Suites Simatupang, Jakarta Selatan, pada Kamis, 28 Mei 2026.

SEA-CICSIC bukan sekadar kompetisi inovasi biasa. Ajang yang telah berlangsung sejak 2015 ini digagas oleh 12 kementerian dan komisi pusat di Tiongkok, menjadikannya salah satu platform inovasi dan kewirausahaan mahasiswa terbesar di tingkat global. Untuk penyelenggaraan wilayah Indonesia tahun 2026, kompetisi ini secara resmi dihelat oleh Guangxi University bersama mitra internasional Global Youth Innovation Leaders Community (PILC) dan Innovation & Entrepreneurship Education Alliance of Guangxi (IEEAG).
Inovasi ‘CookWise’: Solusi Cerdas Anti-Food Waste dan Optimasi Profit

Karya yang mengantarkan Team 10-10 ke babak final adalah sebuah aplikasi pintar bernama CookWise, yang dirancang khusus untuk memberdayakan ibu rumah tangga—terutama mereka yang mengelola usaha kuliner rumahan.
CookWise hadir sebagai asisten digital harian yang membantu pengguna dalam mengelola inventaris bahan baku secara lebih terstruktur. Sistem cerdas dalam aplikasi ini mampu merekomendasikan menu olahan yang dapat dijual kembali, sehingga secara langsung menekan angka food waste akibat penumpukan stok bahan yang tidak terpakai.
Lebih dari sekadar alat manajemen dapur, CookWise juga menjawab persoalan literasi finansial yang kerap dihadapi pelaku usaha mikro. Aplikasi ini dilengkapi fitur analitik untuk membantu pengguna menghitung dan mengoptimalkan profit margin, sehingga setiap pembelian bahan baku dapat dimaksimalkan nilai ekonominya dan potensi kerugian dapat ditekan sedini mungkin.
Sinergi Talenta Digital dan Finansial
Prestasi di kancah kewirausahaan global ini merupakan buah dari kolaborasi solid antara pengembang teknologi dan analis finansial. Tiga dari lima anggota tim berasal dari Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL), sementara dua lainnya memperkuat tim dari sisi jaringan dan keuangan. Berikut susunan lengkap anggota Team 10-10 SV UGM:
- Anindya Pandu Kinasih — Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak 2025
- Farrel Raditya — Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak 2025
- Kaori E. Manurung — Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak 2025
- Gadizha Maulidha Firdauzi — Teknologi Rekayasa Internet 2025
- Tantia Arum Nirmala Dewi — Akuntansi Sektor Publik 2024
Keberhasilan Team 10-10 menembus jajaran finalis SEA-CICSIC 2026 kembali menegaskan bahwa mahasiswa vokasi, khususnya dari Prodi TRPL, tidak hanya andal dalam pengembangan perangkat lunak, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial dan mampu menghadirkan teknologi inklusif yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Lahirnya CookWise merupakan intervensi digital yang relevan dalam mendukung SDG 12 (Responsible Consumption and Production), khususnya dalam memutus rantai pemborosan pangan di tingkat rumah tangga. Misi memberdayakan perempuan secara finansial juga merepresentasikan komitmen terhadap SDG 5 (Gender Equality) dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth). Di atas itu semua, prestasi di panggung global ini sekaligus membuktikan pencapaian SDG 4 (Quality Education)—bahwa pendidikan vokasi mampu mencetak talenta digital yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
