Tim peneliti dari program studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) ikut serta dalam penelitian yang dipimpin oleh Unan Yusmaniar Oktiawati, Ph.D., bersama anggota tim yang terdiri dari Yusron Fuadi, S.Sn., M.Sn., Firma Syahrian, S.Kom., M.Cs., Suhono., S.T., M.Eng., Suratman, Adrian Horas, dan Zaky Ihza Pratama, telah mengembangkan rancangan sistem pelayanan inovatif menuju konsep Smart Campus. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang lebih efisien, terukur, dan responsif terhadap kebutuhan sivitas akademika.
Inisiatif ini hadir sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi informasi yang menuntut institusi pendidikan untuk beradaptasi. Konsep Smart Campus yang diusung oleh tim peneliti ini dirancang untuk memfasilitasi pemantauan, evaluasi, dan pengembangan kampus secara komprehensif, sehingga aktivitas akademik maupun non-akademik dapat berjalan lebih optimal.
Dalam proses pengembangannya, tim melakukan pendekatan sistematis mulai dari studi literatur, survei lapangan, hingga analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Analisis ini dilakukan untuk memetakan sarana dan prasarana yang ada serta memproyeksikan kebutuhan infrastruktur di masa depan. Fokus utama penelitian ini adalah memastikan bahwa pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat berjalan lebih terarah dan tepat sasaran, sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan Departemen, Fakultas, hingga Universitas.
Sistem yang dirancang tidak hanya berfokus pada aplikasi perangkat lunak, namun juga integrasi infrastruktur. Tim peneliti merancang sebuah ekosistem di mana sistem fisik dan sistem berbasis web dapat saling terhubung (interconnected), didukung oleh komunikasi jaringan nirkabel dan infrastruktur pendukung lainnya yang saling melengkapi.
Hasil dari perancangan sistem pelayanan menuju Smart Campus ini diharapkan menjadi landasan strategis bagi program studi TRPL dan DTEDI SV UGM. Dengan sistem ini, para akademisi dan pengelola kampus dapat memperoleh akses informasi yang akurat dan real-time. Data tersebut nantinya menjadi basis penting dalam melakukan evaluasi kinerja dan merumuskan kebijakan pengembangan kampus demi terwujudnya kualitas pendidikan yang lebih baik.
Perancangan ekosistem digital yang terintegrasi ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), khususnya melalui penguatan infrastruktur teknologi informasi yang efisien dan andal di lingkungan pendidikan. Di sisi lain, transformasi menuju Smart Campus ini secara langsung mendukung SDG 4 (Quality Education) dengan menghadirkan sarana pembelajaran dan layanan akademik yang responsif serta berbasis data. Melalui modernisasi tata kelola ini, diharapkan kualitas pendidikan vokasi dapat terus meningkat dan relevan dengan tuntutan transformasi digital global.
