Kesempatan untuk memahami dunia industri secara langsung menjadi bagian dari pengalaman yang dijalani oleh Wahhab Awaludin, mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL), dan Raden Roro Wyne Ananda Desideria, mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Elektro (TRE), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Keduanya mengikuti program selama dua bulan di Taiwan melalui kerja sama dengan Prof. Chusou Yang dan REC Technology Corporation, perusahaan yang bergerak di bidang perangkat elektronik untuk industri otomotif. Program berlangsung pada 1 September hingga 31 Oktober dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi diterapkan dalam lingkungan kerja profesional.
Mengenal Penerapan AI dan Automation di Industri
Dalam program ini, Wahhab berfokus pada eksplorasi Artificial Intelligence (AI) dan Automation untuk memahami bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan dalam mendukung kebutuhan industri. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempelajari proses kerja secara langsung sekaligus mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menghasilkan solusi yang lebih efektif dan efisien. Tidak hanya berorientasi pada penyelesaian proyek, pengalaman di REC juga menjadi ruang pembelajaran untuk memahami proses kerja para engineer, mengasah kemampuan teknis, serta melihat bagaimana teknologi diterapkan dalam menghadapi kebutuhan industri secara nyata.
Belajar Langsung dari Lingkungan Profesional
Keterlibatan mahasiswa dalam lingkungan industri memberikan pengalaman yang berbeda dari pembelajaran di dalam kelas. Mahasiswa dapat memahami bagaimana kolaborasi, pemecahan masalah, kemampuan teknis, dan adaptasi terhadap kebutuhan industri menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi. Melalui bimbingan Prof. Chusou Yang dan dukungan dari tim REC, pengalaman ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan teknologi sekaligus mempersiapkan mereka untuk menghadapi dunia profesional.
Mendukung SDGs melalui Kolaborasi Pendidikan dan Industri
Program ini turut mendukung SDG 4: Quality Education melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan pengembangan kompetensi mahasiswa di lingkungan internasional. Eksplorasi AI dan Automation dalam industri juga sejalan dengan SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, khususnya dalam mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk mendukung perkembangan industri. Selain itu, kerja sama antara perguruan tinggi dan industri lintas negara mencerminkan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan kapasitas mahasiswa.