Ghifari Nafhan Muhammad Zhafarizza dan Edeline Felicia Dharmawan, dua mahasiswa semester 5 Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak Sekolah Vokasi UGM, membuktikan bahwa mahasiswa vokasi bisa berkontribusi pada riset tingkat advanced. Keduanya yang aktif ikut kompetisi teknologi sejak semester pertama, kini terlibat dalam penelitian sistem prediksi wabah penyakit berbasis AI yang mendukung pencapaian SDG 3 (Kesehatan yang Baik).
Dari Lomba ke Riset, “Sejak semester 1 kami aktif ikut hackathon, kompetisi web development, dan AI competition. Dari situ kami mulai tertarik AI dan aplikasinya untuk real problems,” ujar Ghifari. Edeline menambahkan, “Kami biasa develop web dan aplikasi Android. Pas tahu bisa apply AI untuk prediksi penyakit yang punya social impact, kami langsung tertarik join research Pak Dinar.” Penelitian yang mereka ikuti adalah pengembangan sistem prediksi wabah penyakit tular vektor (DBD, malaria, chikungunya) menggunakan Graph Neural Network, di bawah bimbingan Dinar Nugroho Pratomo, S.Kom., M.IM., M.Cs.
1. Kontribusi: Web Dashboard dan Mobile App
Pengalaman mereka di web dan mobile development ternyata sangat berguna. Menurut Edeline, mereka mengembangkan web dashboard menggunakan React untuk visualisasi prediksi yang dilengkapi dengan peta interaktif, grafik, dan sistem peringatan. Ia juga menambahkan bahwa nantinya akan tersedia versi aplikasi mobile untuk petugas lapangan. “Challenge-nya beda dari lomba. Di kompetisi kan dataset sudah clean. Di research ini, kami handle data dari 34 provinsi dengan missing values, berbagai format, dari multiple sources: Kemenkes, BMKG, BPS. Data cleaning jadi major task,” tambah Ghifari. Dinar Nugroho Pratomo menjelaskan, “Saya pilih Ghifari dan Edeline karena mereka konsisten berprestasi di lomba dan sudah comfortable dengan full-stack development. Mereka bisa handle deployment aspect yang equally important untuk real-world application.”
2. Sistem yang dibuat berkontribusi pada beberapa SDGs:
SDG 3: Early warning untuk penyakit tular vektor
SDG 9: Inovasi teknologi Graph Neural Network
SDG 13: Adaptasi iklim melalui integrasi data cuaca
SDG 17: Kolaborasi multi-stakeholder

“Waktu tahu research kami aligned dengan SDGs, saya jadi lebih termotivasi. Ini bukan cuma project, tapi kontribusi untuk target global 2030,” ungkap Edeline.
3. Tips untuk Mahasiswa Junior
Ghifari: “Start early. Dari semester 1, ikut lomba-lomba, join communities, approach dosen untuk research opportunities. Skill dari lomba berguna banget untuk research.”
Edeline: “Jangan intimidated sama advanced topics. Kami juga belajar step by step. Yang penting konsisten dan cari project yang meaningful.”
Masih di semester 5, keduanya berencana deep dive ke AI for social good setelah lulus. “Tech career nggak hanya develop commercial apps, tapi bisa contribute to social impact. Dan SDGs framework kasih clear roadmap,” tutup Ghifari.