Departemen Teknik Elektro dan Informatika Sekolah Vokasi UGM kembali menghadirkan kuliah umum inspiratif yang menghubungkan dunia industri dan teknologi. Pada Rabu, 1 Oktober 2025, membahas tema “Digital Drilling: Transformasi Operasi Pengeboran dengan Data & IT” dengan menghadirkan Lalu Hendra Permana S., S.T., Operation Manager PT Parama Data Unit, sebagai narasumber. Acara berlangsung mulai pukul 09.00–12.00 WIB di ruang kuliah HU 207–HU 209.

Pemaparan materi oleh Narasumber
Dalam pemaparannya, Lalu Hendra menjelaskan bagaimana transformasi digital telah mengubah cara industri minyak dan gas menjalankan operasi pengeboran. Melalui integrasi data, sensor cerdas, sistem monitoring real-time, hingga solusi berbasis IT, proses pengeboran kini menjadi lebih efisien, akurat, aman, dan terukur. Beliau memaparkan bagaimana teknologi seperti computer vision, IoT, dan analitik data membantu perusahaan dalam mengidentifikasi masalah lebih cepat, memantau kondisi lapangan secara berkelanjutan, dan mengambil keputusan operasional dengan risiko yang lebih rendah.

Materi Common Drilling Problems yang dijelaskan Oleh Narasumber
Narasumber juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan industri untuk menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan sektor energi. Mahasiswa diajak memahami bagaimana lulusan bidang teknologi informasi, termasuk mahasiswa TRPL SV UGM, memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam industri pengeboran melalui pengembangan perangkat lunak, pemodelan data, AI, hingga otomasi proses industri.
Acara ini dipandu oleh Irkham Huda, S.Kom., M.Cs., dosen Departemen Teknik Elektro dan Informatika SV UGM. Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami peran penting teknologi digital dalam sektor energi modern serta membuka wawasan baru mengenai peluang karier dan riset di bidang oil & gas berbasis data dan IT.
Pemaparan ini mempertegas peran vital teknologi dalam menciptakan operasi pengeboran yang lebih efisien dan terukur. Inisiatif ini mendukung SDG 4 (Quality Education), SDG 7 (Affordable and Clean Energy), dan SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui transfer wawasan mengenai modernisasi infrastruktur energi berbasis data. Capaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk menciptakan solusi teknologi yang mampu menjawab tantangan efisiensi energi masa depan.
