Dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan aplikasi “Siaga Mudik”. Aplikasi ini berfungsi untuk mendata dan menelusuri riwayat perjalanan para pemudik, termasuk lokasi tujuan, alamat tinggal, tempat singgah, hingga kondisi kesehatan berdasarkan gejala maupun penyakit bawaan.
Pengembangan aplikasi ini tidak lepas dari kontribusi dosen Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL), Departemen Teknik Elektro dan Informatika (DTEDI) Sekolah Vokasi UGM. Bapak Dr. Imam Fahrurrozi, S.T., M.Cs. berperan sebagai Manajer Teknis yang memimpin pengembangan aplikasi bersama tim dari Vokasi Studios dan Techno Vokasi. Ia menuturkan bahwa aplikasi ini dikembangkan dalam waktu kurang dari satu minggu, melalui koordinasi daring dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Tim GRMS Jateng, dan Dinas Perhubungan Jateng.
Selain itu, dosen TRPL lainnya, Bapak Yusron Fuadi, S.Sn., M.Sn., turut berperan sebagai Manajer Multimedia dan Negosiasi dalam tim pengembang. Beliau bersama tim Vokasi Studios menangani aspek desain grafis, tampilan antarmuka (UI), dan pengalaman pengguna (UX). Proses pengembangan aplikasi ini juga melibatkan alumni dan mahasiswa SV UGM, yakni Abidurrahman Alfaruq, Wahyu Kemal, Ilham Karyanto, dan Adjie Kurniawan.
Aplikasi Siaga Mudik dapat diakses melalui siagamudik.jatengprov.go.id dan menjadi instrumen penting dalam memantau pergerakan pemudik. Sistem ini membantu pemerintah dalam mengambil langkah bijak untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19, sekaligus menunjukkan kolaborasi nyata antara pemerintah, akademisi, alumni, dan mahasiswa.
Sinergi lintas sektor ini membuktikan bahwa teknologi tepat guna dapat menjadi solusi krusial dalam manajemen krisis kesehatan. Inovasi digital ini secara nyata mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) dalam upaya mitigasi penyebaran pandemi, sekaligus mencerminkan SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui pengembangan sistem informasi yang responsif. Lebih jauh, kolaborasi erat antara akademisi dan pemerintah merupakan manifestasi SDG 17 (Partnerships for the Goals), menegaskan komitmen sivitas akademika dalam memberikan kontribusi berdampak bagi keselamatan publik.
